TAHURA DJUANDA : Wisata Hutan di Tengah Kota

Bagi pecinta wisata alam tidak ada salahnya sesekali mencoba mengunjungi Tahura Ir. H. Djuanda yang berlokasi di Jl. Ir. H. Djuanda (Dago) Bandung. Tahura kependekan dari Taman Hutan Raya, bisa dibayangkan wisata yang disuguhkan disini adalah menikmati keindahan alam di kaki gunung Tangkuban Perahu. 


Kompleks Tahura Djuanda ini terbentang dari Dago Pakar sampai ke Maribaya Lembang. Pintu masuknya pun bisa diakses dari Dago dan dari Maribaya. Kami memilih masuk dari pintu masuk Dago dikarenakan lokasi kami saat itu lebih dekat ke daerah Dago.

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dihargai Rp. 10.000,-/ orang , tapi entah kenapa waktu kami berkunjung kemarin kami diminta membayar Rp. 15.000,-/ orang plus pembayaran parkir sebesar Rp. 10.000/ mobil dan asuransi sebesar Rp. 2.000/ orang. 










Masuk ke dalam Tahura kalian bisa menikmati keindahan alam dan beberapa tempat bersejarah, seperti Goa Jepang dan Goa Belanda.

Goa Jepang merupakan goa peninggalan Jepang pada masa penjajahannya di Indonesia, yang diperkirakan dibangun pada tahun 1942 oleh para romusha/ pekerja paksa.
Goa ini memiliki 4 pintu dan 2 saluran udara. 



Selain Goa Jepang ada juga Goa Belanda, goa ini diperkirakan di bangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918 dengan tujuan digunakan sebagai markas militer, penjara, gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi juga PLTA. 



Selain terdapat gua bersejarah, Tahura Djuanda banyak dikunjungi karena keindahan alamnya. Sebut saja air terjun atau dalam bahasa Sunda biasa disebut curug. Di Tahura banyak beberapa titik curug seperti curug omas, curug lalay, curug kidang, curug koleang dan curug dago. 

Awalnya kami bermaksud ke curug koleang, tetapi sayang waktu kami kesana, airnya sedang surut karena masih musim kemarau dan terpakai untuk PLTA. Alhasil kami melanjutkan perjalanan sampai ke penangkaran rusa. 

Di penangkaran rusa kita bisa melihat habitat rusa jawa sekaligus memberi makan rusa dengan wortel yang bisa kita dapatkan di ibu- ibu penjual wortel seharga Rp. 5.000/bungkus. 

 







Perjalanan ke Tahura Djuanda kami berakhir di penangkaran rusa, lalu kami memutuskan kembali lagi ke pintu masuk Dago, dikarenakan hari sudah sore dan sudah mulai turun hujan.

Lain waktu kami berencana untuk kembali lagi kesana, dan masih ingin meng- explore tempat lain seperti ke Tebing Keraton maupun ke Maribaya. 

Track jalanan di Tahura ini sudah cukup bagus dan enak untuk dilalui, tetapi struktur tempat yang menanjak dan menurun membuat tempat ini kurang cocok untuk orang tua dan anak balita. 

Untuk yang sedang berencana berlibur ke Bandung, yuuuk mari coba wisata alam di Tahura Djuanda, kalian akan merasakan atmosfer yang berbeda disini, apalagi untuk kita yang biasa tinggal di ibukota Jakarta dengan kepadatan lalu lintas, dan kurangnya ruang terbuka hijau.
Tahura Djuanda worth to visit !

































karenlinardi @2018

Komentar

Postingan Populer